-
SDN Jonggrangan I?? hmm….
Tepat sepuluh tahun yang lalu, di tahun 1999. Ya, di tahun itu saya berada di catur wulan ketiga kelas 6 SD. Di sebuah SD yang berada di sebuah desa di tengah pegunungan Menoreh. SDN Jonggrangan I namanya. Tempat kumenimba ilmu selama enam tahun. Tempat menimba ilmu semua kakakku, adekku, bahkan orang tuaku dan seluruh keluarga besar ibukku.
Kuingat, sebagai siswa kelas akhir yang sedang bersiap menghadapi ujian akhir guna mendapatkan kelulusan dari sekolah dasar. Tidak ada beban yang terlalu menghimpit saat itu. Belajar dengan santai dan seadanya, secukupnya. Dan akhirnya menghadapi EBTANAS dan akhirnya lulus dengan nilai yang memuaskan…
Hmm… berbalik ke masa selama enam tahun sebelumnya. Terlepas dari kurikulum seperti apapun, di tempat itulah aku mendapatkan banyak pelajaran berharga. Pelajaran hidup, sebagai bekal memulai hidup. Mendapatkan teman-teman bermain, belajar kelompok, tugas kerajinan tangan, dan banyak hal lain yang membuat kita akrab satu sama lain. Saat itu, tidak banyak permasalahan hidup yang membuat pikiran sebagai anak menjadi terbebani. Just easy going. Pagi sekolah, siang pulang, terus bermain, sore pulang, meskipun kadang juga pake dimarahi orang tua, malam mengerjakan PR, ngobrol bareng keluarga, atau bermain bersama teman-teman di bawah terang bulan purnama, suasana desa saat itu benar-benar menyenangkan.
Kini, 10 tahun sudah berlalu. Hidup sudah banyak berubah. Rasanya pingin saja, kalu kembali ke masa itu, merasakan nikmatnya masa SD. Iseng-iseng mengenang masa lalu, minggu lalu, aku lewat ke SDku yang tercinta, ternyata sudah mengalami banyak perubahan fisik. Lantai tegel ternyata sekarang berubah menjadi keramik. Dinding pun sekarang sebagian ada keramiknya. Tapi, secara umum semua masih sama. Hanya tampak lebih cantik, dan mungkin beberapa tambahan kecil.Dan… hmm… betapa menyenangkannya masa itu…
8 komentar untuk “SDN Jonggrangan I?? hmm….”
-
mawi wijna berkomentar pada 17 April 2009 pukul 15:19
wah, nostalgila Tur? he3. Klo di Jakarta, aku ke bekas SD malah dikira maling, orang sana bawaannya curigaan melulu.
-
d3ptzz berkomentar pada 18 April 2009 pukul 00:22
Langsung teringat SD 1 Puron, SDku dulu… Tak bisa berkata-kata…. Terharu
-
dzale berkomentar pada 18 April 2009 pukul 13:25
Hm, zaman memang berubah. SD ku dulu yang laintainya tegel, sekarang udah dikeramik. Temboknya pun udah di cat ulang. Beda sama yang dulu…
-
wi3nd berkomentar pada 21 April 2009 pukul 10:36
wekksss…
SD ku 9imana yaaa??
malah da nda tau 9imana la9e,maseh ada murid2na nda yakh??
aaahh..jadi in9et2.. heheh -
zzzatm berkomentar pada 22 April 2009 pukul 09:42
@ali:
beda fisik thok? yah, namanya juga kemajuan zaman Li…@wi3nd:
walah, ma SD ndiri kok melupakan. mang SD mana tuh?! -
sri lestari berkomentar pada 13 December 2009 pukul 00:17
Di sinilah aku menimba ilmu 27 tahun yang lalu….terima kasih guruku…doaku,,…selalu mnyertaimu
-
cyaid berkomentar pada 18 February 2010 pukul 18:32
wah, dah alumni y! klo q k rmh nenek, q lewat situ. emang sih perubahannya cepat., maklim…kan ada dananya… .Saudaraku juga baru lulus kemarin, namanya Ria & Ridlo.

Komentar terkini