. . : : zzz@tm : : . . b e r i n s p i r a s i
  • Pesan Penjaga Makam Rasulullah, dan atau Pesan Penulis Surat?

    Ditulis pada 10 March 2009 · pada: realita; Tag: ,

    Teman-teman, pernahkah membaca satu artikel yang mengajak kita kepada kebaikan. Artikel yang dikatakan berasal dari seorang Penjaga Makam Rosulullah Muhammad SAW. Ada paling tidak lima bagian dari surat ini.
    Pertama, adalah pembukaan dengan Sumpah atas Allah dan Rosulullah sebagai bukti keseriusan isi surat ini.
    Kedua, isi pesan surat, dari Rasulullah yang berisikan tentang kondisi keimanan manusia.
    Ketiga, isi pesan surat, dari Penjaga Makam Rasulullah, tentang saran kepada umat manusia.
    Keempat, pesan penulis surat, agar menyebarkan surat ini ke orang-orang lain, disertai dengan ancaman-ancaman jika tidak menyebarkan surat ini, bahkan dengan nominal minimal jumlah yang disebarkan.
    Terakhir, yang kelima, ditambahkan bukti-bukti yang menguatkan bahwa orang yang menerima surat ini harus menyampaikan kepada orang lain, sesuai pesan penulis surat.
    Bagaimana tanggapan saya?
    Pertama, sumpah tentang isi surat, dapat kita pahami sebagai satu yang menguatkan betapa pentingnya isi surat ini.
    Kedua, Pesan utama yang disampaikan melalui mimpi Penjaga Makam yang bertemu Rasulullah, mengenai Keadaan iman manusia. Isi pesan ini pasti begitu penting.

    Di dalam 60.000 orang yang meninggal dunia, diantara bilangan itu tidak ada seorangpun yang mati beriman, dikarenakan:
    1. Seorang istri tidak lagi mendengar kata-kata suaminya
    2. Orang yang kaya yang mampu, tidak lagi melambangkan atau menimbangkan rasa belas kasih kepada orang-orang miskin.
    3. Sudah banyak yang tidak berzakat, tidak berpuasa, tidak sholat dan tidak menunaikan ibadah haji, padahal mereka-mereka ini mampu melaksanakan.
    4. Oleh sebab itu wahai Syechk Achmad engkau sabdakan kepada semua ummat manusia di dunia supaya berbuat kebajikan dan menyembah kepada Allah SWT.

    Setiap orang yang mengaku muslim harus memperhatikan pesan ini dengan seksama. Karena Islam, Iman, dan Taqwa adalah satu kesatuan yang tidak bisa dipisahkan.

    Ketiga, pesan yang disampaikan Penjaga Makam Rasulullah menanggapi pesan dari mimpi tersebut.

    Demikian pesan Rasulullah kepada hamba, Maka berdasarkan pesan asulullah tersebut dan oleh karenanya hamba berpesan kepada segenap Ummat Islam di dunia :
    - Bersalawatlah kepada Nabi Besar kita Muhammad SAW.
    - Janganlah bermalas-malasan untuk mengerjakan sholat 5 (lima )waktu.
    - Bershadaqoh dan berzakatlah dengan segera, santuni anak-anak yatim piatu.
    - Berpuasalah di bulan ramadhan serta kalau mampu tunaikan segera ibadah haji.

    Saya sangat setuju dan respek terhadap apa yang disampaikan penjaga makam Rasulullah. Saya turut mendukung, dan semoga semua orang mendalami makna yang disampaikannya, dan berusaha menjalankannya dengan sebaik mungkin.

    Keempat dan kelima, bagian Warning yang disampaikan juga beserta isi surat.
    PERHATIAN:
    Bagi siapa saja yang membaca suratini hendaklah menyalin/mengcopynya untuk disampaikan orang-orang lain yang beriman kepada hari penghabisan/ kiamat.

    Hari kiamat akan segera tiba dan batu bintang akan terbit, Al’Quran akan hilang dan matahari akan dekat diatas kepala, saat itulah manusia akan panik. Itulah akibat dari kelakuan mereka yang selalu menuruti hawa nafsu dalam jiwa.

    Dan Barang siapa yang menyebarkan suratini sebanyak 20 (dua puluh) lembar dan disebarkan kepada teman-teman/ rekan-rekan anda atau Masyarakat Islam sekitarnya, maka percayalah anda akan memperoleh setelah dua minggu kemudian. Telah terbukti pada seorang pengusaha di Bandung , setelah membaca dan menyalinnya juga menyebarkan sebanyak 20 (dua puluh) lembar, maka dalam jangka waktu 2 (dua) minggu kemudian, dia mendapat keuntungan yang sangat luar biasa besarnya.

    Sedangkan terhadap orang yang menyepelekannya dan membuang suratini, Dia mendapat musibah yang besar yaitu kehilangan sesuatu harta/benda yang sangat dicintai dan disayanginya. Perlu diingat kalau kita sengaja tidak memberitahukan suratini kepada orang lain, maka tunggulah
    Saatnya nasib apa yang akan anda alami, dan jangan menyesal
    apabila mendapat bencana secara tiba-tiba atau kerugian yang sangat besar. Sebaliknya jika Anda segera menyalin/mengcopynya dan menyebarkannya kepada orang
    lain, maka anda akan mendapatkan keuntungan besar atau
    rezeki yang tiada disangka-sangka.

    Pesan kepada umat memang harus disampaikan. Ilmu harus disebarkan kepada banyak orang agar semua mengetahui. Namun, ketika sampai pada bagian yang menerima harus mengkopi, menyebarkan minimal 20 lembar, kemudian disertai keuntungan dan kerugian bagi yang menaati dan menolaknya secara langsung dalam tempo dua minggu, saya menjadi ragu akan surat ini. Bukan pesan dari Penjaga Makam Rasulullah, namun pada bagian PERHATIAN yang ditambahkan ke bagian bawah isi pesan utama. Allah telah menetapkan kekayaan manusia. Manusia beriman belum tentu kaya harta. Orang menyembunyikan kebenaran juga tidak sedikit yang kaya raya. Dan Allah memiliki mekanisme yang diketahuiNya untuk menentukan ganjaran, bagi kebaikan atau kejahatan yang dilakukan manusia.
    Dan satu lagi, bagian PERHATIAN bukan merupakan bagian pesan yang disampaikan oleh Penjaga Makam Rasulullah, melainkan tambahan dari penulis surat. Jadi, saya pribadi akan mengambil bagian pertama - ketiga dari surat tersebut, namun ragu akan isi bagian keempat - kelima. Mungkin ada yang bisa menjelaskan surat ini?

    Berikut Isi Surat Lengkap:

    BERITA DARI MASJID NABAWI…..BERITA PENTING….. . BERITA UNTUK UMMAT ISLAM DISELURUH DUNIA. SURAT INI DATANGNYA DARI SYECKH ACHMAD DI SAUDI ARABIA :
    ‘AKU BERSUMPAH DENGAN NAMA ALLAH SWT DAN NABI MUHAMMAD SAW’ WASIAT UNTUK SELURUH UMMAT ISLAM DARI SYECKH ACHMAD SEORANG PENJAGA MAKAM RASULULLAH DI MADINAH, YAITU DI MESJID NABAWI SAUDI ARABIA .
    ‘Pada malam tatkala hamba membaca Al’Quran di makam Rasulullah, dan Hamba sampai tertidur, lalu hamba bermimpi. Didalam mimpi hamba bertemu dengan Rasulullah SAW, dan beliau berkata, ‘didalam 60.000 orang yang meninggal dunia, diantara bilangan itu tidak ada seorangpun yang mati beriman, dikarenakan :
    1. Seorang istri tidak lagi mendengar kata-kata suaminya
    2. Orang yang kaya yang mampu, tidak lagi melambangkan atau menimbangkan rasa belas kasih kepada orang-orang miskin.
    3. Sudah banyak yang tidak berzakat, tidak berpuasa, tidak sholat dan tidak menunaikan ibadah haji, padahal mereka-mereka ini mampu melaksanakan.
    4. Oleh sebab itu wahai Syechk Achmad engkau sabdakan kepada semua ummat manusia di dunia supaya berbuat kebajikan dan menyembah kepada Allah SWT.’
    Demikian pesan Rasulullah kepada hamba, Maka berdasarkan pesan asulullah tersebut dan oleh karenanya hamba berpesan kepada segenap Ummat Islam di dunia :
    - Bersalawatlah kepada Nabi Besar kita Muhammad SAW.
    - Janganlah bermalas-malasan untuk mengerjakan sholat 5 (lima )waktu.
    - Bershadaqoh dan berzakatlah dengan segera, santuni anak-anak yatim piatu.
    - Berpuasalah di bulan ramadhan serta kalau mampu tunaikan segera ibadah haji.
    PERHATIAN :
    Bagi siapa saja yang membaca suratini hendaklah menyalin/mengcopynya untuk disampaikan orang-orang lain yang beriman kepada hari penghabisan/ kiamat. Hari kiamat akan segera tiba dan batu bintang akan terbit, Al’Quran akan hilang dan matahari akan dekat diatas kepala, saat itulah manusia akan panik. Itulah akibat dari kelakuan mereka yang selalu menuruti hawa nafsu dalam jiwa.
    Dan Barang siapa yang menyebarkan suratini sebanyak 20 (dua puluh) lembar dan disebarkan kepada teman-teman/ rekan-rekan anda atau Masyarakat Islam sekitarnya, maka percayalah anda akan memperoleh setelah dua minggu kemudian. Telah terbukti pada seorang pengusaha di Bandung , setelah membaca dan menyalinnya juga menyebarkan sebanyak 20 (dua puluh) lembar, maka dalam jangka waktu 2 (dua) minggu kemudian, dia mendapat keuntungan yang sangat luar biasa besarnya.
    Sedangkan terhadap orang yang menyepelekannya dan membuang suratini, Dia mendapat musibah yang besar yaitu kehilangan sesuatu harta/benda yang sangat dicintai dan disayanginya. Perlu diingat kalau kita sengaja tidak memberitahukan suratini kepada orang lain, maka tunggulah saatnya nasib apa yang akan anda alami, dan jangan menyesal apabila mendapat bencana secara tiba-tiba atau kerugian yang sangat besar. Sebaliknya jika Anda segera menyalin/mengcopynya dan menyebarkannya kepada orang lain, maka anda akan mendapatkan keuntungan besar atau
    rezeki yang tiada disangka-sangka.
    Suratini ditulis S.T. STAVIA sejak itu suratini menjelajah dan
    mengelilingi dunia, dan pada akhirnya sampai kepada Anda. Percayalah beberapa hari lagi sesuatu akan datang kepada Anda dan keluarga Anda,
    KEJADIAN-KEJADIAN YANG TELAH TERBUKTI !
    1. Tn. Mustafa mantan menteri Nasabah Malaysia ,dipecatdari jabatannya karena beliau lupa setelah menerima suratini, tidak menyebarkannya,kemudian beliau ingat suratini, lalu beliau menyalinnya dan Menyebarkannya sebanyak 20 lembar. Beberapa lama kemudian beliau dilantik kembali menjadi menteri Kabinet.
    2. Tn. Gojali mantan menteri Malaysia telah menerima surat ini, kemudian beliau menyalinnya sebanyak 20 lembar dan menyebarkannya, dan beberapa hari kemudian beliau mendapat keuntungan yang luar biasa besarnya… Dengan adanya kejadian-kejadian tersebut diatas sebagai bukti, untuk itu saya sarankan agar Anda tidak merahasiakannya, dan anda segeralah menyebarkannya untuk teman-teman atau rekan-rekan Anda.
    Tunggu kabar baik dalam waktu dua minggu setelah Anda
    Menyebarkan surat ini. Allah SWT akan meridho’i niat baik Anda, selamat bertugas dan berkarya.
    Salam,
    PENJAGA MAKAM RASULULLAH SAW
    SYECKH ACHMAD-MADINAH

4 komentar untuk “Pesan Penjaga Makam Rasulullah, dan atau Pesan Penulis Surat?”

  1. sanjaya berkomentar pada

    cen orang2 yahudi dan nasrani tuh hobinya menyisipkan kemusyrikan di dalam ayat2 Allah,supaya kita tertipu,
    Hati-hatilah buat semuanya.

  2. jede berkomentar pada

    Fatwa Dr. Yusuf Qardhawi tentang surat wasiat palsu dari syekh Ahmad:

    Memang ramai orang yang bertanya tentang wasiat tersebut. Dan
    sebenarnya kemunculan surat wasiat ini bukan saja baru-baru
    ini, tetapi saya telah melihatnya sejak puluhan tahun lalu.
    Surat tersebut dinisbatkan kepada seorang lelaki yang
    terkenal dengan sebutan Syekh Ahmad, juru kunci makam
    Rasulullah saw.

    Untuk memastikan kebenaran berita yang disampaikan dalam
    surat tersebut, saya pernah menanyakan kepada
    orang-orang di Madinah dan di Hijaz. Saya mencari informasi
    mengenai orang yang disebut Syekh Ahmad itu beserta
    aktivitasnya. Dari informasi yang didapat, ternyata tidak
    ada seorang pun di Madinah yang pernah melihat dan mendengar
    berita mengenai Syekh Ahmad ini. Tetapi sayangnya, wasiat
    yang menyedihkan itu telah tersebar luas di negara-negara umat
    Islam.

    Wasiat tersebut dengan segala isinya tidak ada arti dan
    nilainya sama sekali dalam pandangan agama. Di antara isi
    wasiat yang diasaskan pada pendapat Syeikh Ahmad yang katanya
    bermimpi bertemu Nabi saw. itu ialah tentang telah dekatnya
    hari kiamat.

    Masalah berita kedekatan kiamat ini sebenarnya tidak perlu
    mengikuti pendapat Syeikh Ahmad atau Syeikh Umar, karena Al
    Qur’an telah mengatakan dengan jelas:

    “… boleh jadi hari kebangkitan itu sudah dekat
    waktunya.” (Al Ahzab: 63)

    Begitu pula Nabi saw. telah bersabda:

    “Aku dan hari kiamat diutus (secara berdekatan)
    seperti ini. Beliau (mengatakan demikian) sambil
    memberi isyarat dengan jari telunjuk dan jari
    tengahnya.” (Muttafaq ‘alaih dari hadits Anas dan
    Sahl bin Sa’ad)

    Hal lain dari isi wasiat itu ialah bahwa kaum wanita
    sekarang sudah banyak yang keluar rumah, dan banyak yang
    telah menyimpang dari agama. Masalah ini pun sebenarnya
    tidak perlu mengambil sumber dari mimpi-mimpi, karena kita
    sudah mempunyai kitab Allah dan sunnah Rasul yang sudah
    memuaskan untuk dijadikan pedoman. Allah berfirman:

    “… Pada hari ini telah Kusempurnakan untukmu
    agamamu, dan telah Kucukupkan nikmat-Ku atas kamu,
    dan telah Kuridhai Islam menjadi agamamu …” (Al
    Maa’idah: 3)

    Orang yang beranggapan bahwa Din Islam yang telah
    disempurnakan Allah ini masih memerlukan keterangan yang
    diwasiatkan oleh orang yang tidak dikenal itu, berarti dia
    meragukan kesempurnaan dan kelengkapan Dinul Islam. Islam
    telah sempurna dan telah lengkap, tidak memerlukan wasiat
    apa pun.

    Isi wasiat tersebut jelas
    memperlihatkan kebohongan dan kepalsuan wasiat tersebut.
    Sebab, pewasiat telah mengancam dan menakut-nakuti orang
    yang tidak mau menyebarluaskannya bahwa ia akan mendapat
    musibah dan kesusahan, anaknya akan mati, dan hartanya akan
    habis. Hal ini tidak pernah dikatakan oleh seorang manusia
    pun (yang normal pikirannya), terhadap kitab Allah dan
    Sunnah Rasul-Nya. Tidak ada perintah bahwa orang yang
    membaca Al Qur’an harus menulisnya setelah itu kemudian
    menyebarluaskannya kepada orang lain; dan jika tidak, akan
    terkena musibah. Begitu pula tidak ada perintah bahwa orang
    yang membaca Shahih Bukhari harus menulisnya dan
    menyebarluaskannya kepada khalayak ramai, sebab kalau tidak,
    akan tertimpa musibah.

    Kalau Al Qur’an dan Sunnah Rasul saja tidak begitu, maka
    bagaimana dengan wasiat yang penuh khurafat itu? Ini
    merupakan sesuatu yang tidak mungkin dibenarkan oleh akal
    orang muslim yang memahami Islam dengan baik dan benar.

    Kemudian dalam wasiat tersebut dikatakan bahwa si Fulan di
    negeri ini dan ini karena telah menyebarluaskan wasiat
    tersebut ia mendapat rezeki sekian puluh ribu ringgit. Semua
    itu merupakan khurafat dan penyesatan terhadap umat Islam
    dari jalan yang benar dan dari mengikuti Sunnah serta
    peraturan Allah terhadap alam semesta.

    Untuk memperoleh rezeki, ada sebab-sebabnya, ada jalan dan
    aturannya. Adapun bersandar kepada khayalan dan khurafat
    seperti dalam wasiat itu adalah merupakan usaha untuk
    menyesatkan dan meyelewengkan akal pikiran umat Islam.

    Kita perlu menjaga dan mengawasi kaum muslimin agar tidak
    membenarkan dan percaya kepada khurafat seperti ini dan agar
    tidak mempunyai anggapan bahwa orang yang menyebarluaskan
    wasiat palsu tersebut akan mendapat syafaat dari Nabi saw.
    sebagaimana yang dikatakan oleh penulis surat yang batil
    itu.

    Sesungguhnya syafaat Nabi saw. juga diperuntukkan bagi
    umatnya yang pernah melakukan dosa-dosa besar. Hal ini sudah
    disebutkan dalam hadits-hadits sahih (dan tidak perlu
    bersumberkan pada wasiat melalui mimpi; pent.) bahwa
    Rasulullah bersabda:

    “Orang yang paling berbahagia akan memperoleh
    syafaatku pada hari kiamat ialah orang yang telah
    mengikrarkan laa ilaaha illallah dengan perasaan
    ikhlas dan lubuk hatinya.” (HR Bukhari)

    Kami mohon kepada Allah Azza wa Jalla semoga Ia berkenan
    menjadikan umat Islam mengerti tentang agama mereka. Semoga
    memberi petunjuk dan bimbingan kepada mereka ke jalan yang
    lurus, serta melindungi mereka agar tidak mempercayai
    berbagai khurafat, khayalan, dan kebatilan.

  3. zzzatm berkomentar pada

    jazakallah atas penjelasannya Akh Jede…

  4. imron berkomentar pada

    Semoga Allah membalas kebaikan bagi orang-orang yang mencintai Rasulullah dengan khlas, dan semoga Allah memberikan hidayah bagi orang-orang yang membenci atau membuat wacana dan karikatur Rasulullah di mana pun.

Silakan berkomentar

    nuwun